Giving information about Guidence and Counseling, Healty, Motivation, and Tips & Trick...
Senin, 20 April 2015
Pie Buah uji oba anak Kreatif
Minggu, 19 April 2015
Belajar dari Umar Radiallahu 'anhu
كَانَ عُمَرُ يُنَادِي زَوْجَتَهُ يَا بِنْتَ الْاَكْرَمِيْنَ
Dahulu ‘Umar memanggil istrinya “wahai keturunan orang-orang mulia.
كَان يُكْرِمُهَا وَيُكْرِمُ اَهْلَهَا
Umar sangat memuliakannya dan juga keluarganya.
فِي اِحْدَى اللَّيَالِي كَانَ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنِ الْخَطَّابِ يَدُوْرُ حَوْلَ الْمَدِيْنَةِ لِيَتَفَقَّدَ أَحْوَالَ الرَّعِيَّةِ, فَرَأَى خَيْمَةً لَمْ يَرَهَا مِنْ قَبْلُ فَأَقْبَلَ نَحْوَهَا مُتَسَائِلًا مَا خَبَرُهَا. فَسَمِعَ أَنِيْنًا يَصْدُرُ مِنَ الْخَيْمَةِ فَازْدَادَ هَمُّهُ. ثُمَّ نَادَى فَخَرَجَ مِنْهَا رَجُلٌ.
Pada suatu malam baginda ‘Umar bin Khottob berkeliling di sekitar kota Madinah untuk mencari tahu kondisi rakyatnya. Lalu ‘Umar melihat sebuah tenda yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. ‘Umar pun menuju ke arah tenda tersebut seraya bertanya-tanya apa yang terjadi. Lalu ‘Umar pun mendengar suara mengaduh berasal dari tenda tersebut bertambahlah kegelisahannya. Kemudian seorang pria keluar dari tenda tersebut
فَقَالَ مَنْ اَنْتَ؟
‘Umar bertanya: siapa anda?
فَقَالَ: اَنَا رَجُلٌ مِنْ اِحْدَ الْقُرَى مِنَ الْبَادِيَةِ وَقَدْ أَصَابَتْنَا الْحَاجَةُ فَجِئْتُ اَنَا وَأَهْلِيْ نَطْلُبُ رَفْدَ عُمَرَ. فَقَدْ عَلِمْنَا اَنَّ عُمَرَ يَرْفِدُ وَيُرَاعِي الرَّعِيَّةَ.
Pria itu menjawab: saya adalah seseorang yang berasal dari salah satu kampung arab badui, kami memiliki keperluan maka aku bersama keluargakuk pun datang untuk meminta bantuan ‘Umar. Sungguh kami telah mengetahui bahwa ‘Umar membantu dan menolong rakyatnya
Rabu, 15 April 2015
Pemimpi yang tertidur
What a lazy day! Jenuh ternyata, di saat santai seperti ini. Handphone rajin sekali di cek, resent update terus dibuka. Ternyata di sana aku melihat teman-teman yang karirnya semakin menanjak dan membuat cemburu, pendidikan mereka terus terasah semakin ahli. Poto-poto piala bergantian di upload mereka. Aku? Hanya jadi penonton.
Oke, saatnya kembali berpacu dengan waktu. Saatnya mencoret kalender setiap malam dan menuliskan rencana-rencana kecil untuk mimpi yang besar. Harus kuat untuk terjaga lebih lama lagi. Harus tumbuh dengan semangat bersaing kembali. Semua agar jenuh dan penat tak lagi mengusik.
Benarlah bila kita di titik aman akan menjadi terlalu santai. Kalau mengingat bahawa umur sudah kepala 2, menyesal lagi dengan waktu yang tersia-siakan. Dan sadar waktu adalah pedang yang akan menyayatku bila tak lihai aku gunakan. Dan waktu tak bisa kembali.
Sudah lama sekali rasanya, aku tidak menuliskan mimpi-mimpi di atas kertas dan menempelkannya di dinding kamar dan cermin. Jangan sampai mimpi itu luntur bahkan hilang. Baru kemarin aku mendapat wejangan dari seorang pengusaha sukses di Tarakan, dengan yakin ia menyampaikan, "orang ngebut yang punya tujuan akan selamat, orang pelan tanpa tujuan bisa celaka". Itu cukup jelas untuk ku cerna.
Salam semangat para pemimpi!
Selasa, 14 April 2015
Belajar di luar kelas
Minggu, 25 Januari 2015
Setiap Hari Tanpa Spasi
Bisa sekuat ini atas rahmat sang pencipta, subhanallah! Bisa semangat seperti ini karena mungkin esok sudah tidak ada lagi. Banyak sekali inspirator yang menjadi acuan berjalan, tak terlupakan di daftar pertama inspirator adalah Nabi Muhammad SAW.
Terlatih dari perguruan silat semasa SMA untuk pantang menyerah sebelum mengeluarkan semua kemampuan, dilarang keras menampakkan kesakitan pada orang lain agar tak ada musuh yang memandang lemah. Beradu kecepatan seperti yang diajarkan asatiz di pondok kaligrafi Lemka agar lawan gentar, mengingat untuk tetap meletakkan mimpi dan cita-cita di tempat pertama agar bila jatuh masih di tempat ke dua atau ke tiga.
Hari-hari semestinya jadi kenangan terindah untuk diceritakan kepada anak dan cucu kelak, so we have to choose today is the great day it also tomorow. Berbekal bacaan inspiratif, bahwa hukum grafitasi berlaku di bumi ini, demikianya energi positif yang kita keluarkan akan menuebar dan memantul kembali kepada kita. Senyum, dan orang lain pun senang melihatnya, dan kita pun akan bahagia melihat mereka senyum, simple!
Berusaha menjadi orang bijak, yang memikirkan bahwa kematian selalu mengikuti kemanapun melangkah. Membawa pertanyaan di setiap saat, apakah bekal untuk di hari kemudian? Are you ready?
Tetap semangat pemirsah!
Bahagia itu pilihan!
Sukses itu pilihan!
Pilih yang tepat, hanya ada dua option di dunia ini!
Ya atau tidak?
Jumat, 16 Januari 2015
Berapa Lama Lagi?
Sembari menunggu giliran mama masuk ruang dokter, aku duduk di atas motor di luar ruang tunggu sendiri, di ruang tunggu itu sudah banyak pasien dan keluarga pasien yang juga sedang menunggu giliran bertemu dokter. Seperti biasa, ketika sedang sendiri dan menunggu, aku akan mengeluarkan gadget dari dalam tas untuk menghilangkan kebosanan, just browsing something new at pininterest or instagram. Kepalaku akan selalu tertunduk bila sendiri seperti ini, tapi barusan aku melihat ke arah pintu, sesuatu hal yang jarang kusaksikan.
Seorang pria yang dari tampangnya seusia denganku, memegang tangan ibunya sambil keluar dari ruang tunggu menuju parkiran motor dan di belakangnya seorang pria yang usianya terlihat lebih tua darinya. Si ibu berjalan dengan perlahan, terlihat sulit baginya untuk melangkahkan kakinya sendiri. Mereka bercakap singkat, bukan maksudku menguping, terdengar si anak yang muda berkata "mama tadi ngak mau banyak tanya di dalam" sambil melemparkan senyuman pada ibunya. Dan kemudian ia menaiki motornya dan di susul ibunya di belakangnya yang dibantu oleh lelaki yang lebih tua tadi. Aku pikir mereka menggunakan dua kendaraan, ternyata mereka hanya menggunakan 1 motor, dan mereka bonceng 3.
Mungkin kalau dilihat sepintas, mereka melanggar peraturan lalu lintas, tapi adakah yang sadar bahwa mereka sedang berusaha untuk merawat ibunya. Mungkin saja mereka tidak punya mobil, sehingga mereka berusaha membawa ibunya berobat dan menjaga agar ibunya tetap aman di bonceng maka harus ada seseorang dibelakangnya. Mereka berusaha dengan sedemikian cara walau ada peraturan yang mereka langgar.
Di rumah lain, tak banyak orang yang mau seperti mereka, bahkan sekalipun mereka memiliki mobil pribadi, untuk mengantarkan orang tuanya pergi kedokterpun masih enggan. Apa lagi menggenggam tangan orang tuanya, menaiki sepeda motor bonceng tiga melanggar aturan lalu lontas dan malu dilihat orang.
Naudzubillah...
Semoga kita termasuk anak yang soleh-soleha, rela berkorban demi orang tua walaupun harus berkorban. Ingatlah terus bahwa kita tak terlahir langsung besar dan dapat berlari. Ada pengorbanan yg lebih besar dari orang tua kita mengurus hingga dewasa.
Bila nyawa kita tak lagi di badan, hanya tersisa pahit penyesalan.
Bila nyawa tak lagi dibadannya, hanya dapat mengenang dan merindu buaiannya.


