Sabtu, 29 November 2014

Bosu alias Riri #upnormal

Di Kota Tarakan ini banyak sekali masyarakat suku Bugis, entah kalau di data sama statistik ada berapa persen. Mereka ini kalau bicara jelas sekali menunjukkan suku mereka, logatnya ji. Dan sekalian info bahwa aku juga keturunan Bugis dari Abahku, tapi aku bicara tanpa logat pemirsah.
Tulisan kali ini kuawali dari bahasan Suku Bugis, karena yang akan ku ceritakan adalah member Upnormal yang bersuku bugis, panggilannya Bossu. Bossu artinya anak bungsu, yah dia anak terakhir dari pasangan bapak Hadim dan ibu Nuraeni. Riri si anak bungsu dari 7 bersaudara, semua saudaranya sudah menikah dan punya anak, tapi Riri? Setia menjomblo pemirsah, selama kurun waktu yang cukup lamaaaaaaa.
Untuk mengenali member yang satu ini sangat mudah, kalau si Nissong pakai kaca mata, nah si Riri pakai tahi lalat di pipinya, ada dua loh! So... kita jadi sangat mudah mengenalinya walau dari kejauhan. Selain itu dia punya suara yang stereo pemirsah! Suaranya nyaring, tapi jangan lah disuruh menyanyi (tafsirkan sendiri). Caraku mengenalnya saat pertama kali kenal di kelas dwngan mengingat wajahnya yang unik, mau bilang cantik, masih ada yang lebih cantik saat itu di kelas. Tapi dia merasa aneh dibilang unik.
Satu kelas BK angkatan 2011 tau siapa yang paling akhir datang ke kelas setiap hari, pastilah ini anak. Mau telat samapai setengah jam dia tetap pede masuk kelas dwngan wajahnya yang unik itu. Setiap kegiatan Upnormal, kalau sudah ngumpul semua dan si Riri belum datang udah jadi hal biasa, bilang mau datang habis magrib dan nyatanya datang habis sholat tahajud juga sudah kami pahami, walau begitu kami tetap setia menunggu dia.
Tarakan kaya dengan hasil lautnya, makan ikan segar setiap hari mungkin sudah jadi kebiasaan setiap rumah yang ada di Tarakan. Dan betapa beruntungnya Upnormal yang punya Riri, karena keluarga Riri sering bagi-bagi bandeng dan udang, nom nom... nyummy!
Kami sangaaaaaat bahagia saat ada undangan untuk ngumpul di rumahnya, bisa bakar ikan sama udang.
Rebutan udang bakar di teras rumah Riri menjadi hal yang bisa ku ingat dengan baik sampai hari ini. Betapa serunya mengipas bara api dan menusuk udang2 segar itu, kemudian betapa gilanya kami yang rebutan untuk dapat udang bakar itu walau belum matang tetap kami hajar dari pada ngak kebagian broh! Haha... Ai Mis Da Momment!!!
Jangan buat Si Bossu ini marah yah pemirsah, karena dia kalau sedang marah akan berdiam diri, ngak jelas maunya apa, pergi-pergi sendiri, jalan-jalan sendiri, dan ngak tau apa yang dia pikirkan kalau sedang marah.
Bagi para lelaki, betapa beruntungnya kalian yang kelak menjadi suaminya, Riri si Bossu ini adalah anak yang sangat berbakti pada orang tua dan kakak-kakaknya. Dia sangat strong untuk mengerjakan pekerjaan rumah, ngak bakal ngerelain waktu untuk hal apapun kalau lagi ada pekerjaan rumah yang lagi dia kerjakan. Sangat perhatian dengan kondisi Mama Bapaknya. Bersedia berkorban waktu dan perasaan demi kakak-kakaknya. Salut banget aku sama Riri untuk hal seperti ini, ngak bakal dia buat orang tuanya susah.
Oiyah, dia memiliki kulit bersih, bisa dibilang macam cewek Korea pemirsah. Tapi si Wisnu (musuh bebuyutannya) sering ngejek wajahnya yang merah merona itu. Dan usaha ku selalu untuk membuat mereka berjodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar