Minggu, 14 Desember 2014

Day camp "BLUE OCEAN" bersama PTEC

Hari sudah gelap, jalanan lenggang, knalpot kendaraan mulai sepi. Pertanda kasur telah siap, bantal pun memanggil untuk segera istirahat. What a busy day today. Fullday with PTEC at Amal Beach.

Setiap bulan 12 PTEC atau Pancana Toa English Course mengadakan day camp, dimana setiap tahunnya memiliki tema yang berbeda. 2014 ini PTEC mengangkat tema "blue ocean". Rangkaian kegiatan ini dilakukan oleh keluarga besar PTEC, yaitu techers, assistans, friends, and family of the ouner. Pesertanya adalah siswa-siswi beserta orangtua mereka.

What a beatiful day. Kegiatan dimulai dari jam 09.00 Wite di pantai Amal Baru, di area yang banyak pohon pinusnya. Pagi hari di sambut hujan untuk beberapa daerah di Tarakan, tetapi Alhamdulillah tidak di Amal. Matahari seakan tersenyum melihat keceriaan masing-masing anak, dan gembira dengan tawanya.

Daycamp ini memiliki quiz yang bersangkutan dengan binatang laut, dan traditional games khas anak laut. Quiz dilaksanakan terlebih dulu, dimana permainannya menyangkut pengetahuan ilmu kelautan. Dan traditional games ada 4, yaitu Betor, Gebok, Tukun, dan Logo, kalau kalian anak pesisir, apalagi anak pesisir di daerah kalimantan timur, pasti tau deh (yang masa kecilnya sekitar tahun 2005 kebawah).

Menyenangkan sekali! Di acara ini dapat bermain menggunakan kognitif dan psikomotorik bersamaan. Perlu tak-tik dan kemampuan motorik untuk memenangkan setiap gamenya.

Dan diakhir acara, para pemenang diberikan hadiah dan poto bersama, what a beatuful day!

Seeyou next time in other story.

Sabtu, 13 Desember 2014

Pantai Amal, Kapah dan Rumput Laut

Tinggal dan lahir di sebuah pulau kecil, yang kalau di cari di peta Indonesia ngak keliatan sangking kecilnya. Karna itu aku jadi akrab dengan pantai, secara pulau Tarakan ini dikelilingi pantai dan yranportasinya untuk luar daerah pakai transportasi air atau udara saja, mahal pemirsah.

Pantai yang ada di Kota Tarakan ini namanya Pantai Amal, terdapat di bagian Tarakan bagian timur, sebenarnya semua juga pantai sih, tapi yang dijadikan objek wisata adalah pantai Amal ini. Pantai Amal ada dua, yang satu Pantai amal Bru, satu lagi namanya Pantai amal Lama. Diberikan nama itu karena eksistensinya, yah yang lebih dahulu terkenal adalah pantai amal lama.

Pantai ini memiliki warna air yang tidak begitu baik, tapi rasanya tetap asin ya permisah! Haha.... nah dari kedua pantai tersebut memiliki ke khassan tersendiri. Pantai amal saat ini terkenal dengan rumput laut, bagi kalian yang belum pernah melihat budidaya rumput laut, saya saranka  ke pantai amal ini, karena sepanjang pantai ini kalian bisa melihat warga yang membudidayakannya. Lain cerita dengan Pantai Amal Lama, di sana terkenal dengan Kapah-nya. Taukan pemirsah dengan kapah!? Yah, salah satu binatang laut yang memiliki cangkang sejenis kerang berwarna putih, kapah ini bisa di makan, tapi jangan makan dengan cangkangnya loh.

Bicara mengenai kapah, kapah ini biasa disajikan di Pantai Amal dengan cara direbus, lalu dimakan dengan sambal cabe berjeruk, maknyoooss... eits, bagi yang punya kolesterol tinggi, ingat yah kalau makan kapah secukupnya saja, jangan samapai berlebihan, karena ini akan menaikan kolesterol.

Kemudian kembali lagi dengan rumput laut, yah... rumput laut ini lah yang biasanya dibuat menjadi agar-agar yang sering sekali kita jumpai dalam kudapan sehari-hari. Namun untuk menjadi agar-agar butuh proses yang panjang pengolahannya.

Rumput laut ini dikembangbiakkan di pantai dengan cara mengikatnya di tali-tali, kemudian di apungkan di laut, atau di pantai dengan bantuan botol-botol plastik agar rumput laut ini tidak tenggelam. Kemudian rumput laut di panen bila sudah saatnya, setelah dipanen harus di keringkan. Pengeringan yang dilakukan petani rumput laut di tarakan dwngan cara manual, yaitu dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Proses penjemuran ini menyebabkan bau yang tidak sedap pemirsah, jadi kalau kalian datang ke sini saya sarankan memakai masker, bau itu disebabkan plankton-plankton terikut pada rumput laut, kemudian membusuk karena di jemur, makanya jadi bau.

Setelah di jemur, rumput laut ini akan di jual kepada pabrik-atau perusahaan yang membutuhkan, termasuk pabrik agar-agar. Kemudian prosea di dalam pabriknya saya kurang paham, jadi searching di lainnya... maaf. After thats all... kalian bisa beli deh agar-agar dalam bentuk serbuk di toko-toko.

Jangan lupa singgah di Tarakan yah pemirsah, my new little Singapur

Kamis, 11 Desember 2014

Sehat itu ngak instan

Pemirsah! Siapa yang mau sehat? Andaikata kita lagi kumpul di satu ruangan, pastilah semua akan unjuk jari. Pasti semua ngak mau sakit. Entah itu orang muda atau orang tua pasti ingin memiliki tubuh dan jiwa yang sehat. Nah...

Berhubung saya kuliah di jurusan BK, pelajaran saya masih nyangkut-nyangkut dengan psikologi pemirsah. Dalam salah satu MK, kami pernah membahas, betulkah "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat" ? Dan ternyata kami sepakat jawab tidak. Mengapa?

Rabu, 10 Desember 2014

Sensasi KKN Adu Nyali

Kuliah? Semester berapa? Apaaaaa? Satu? Dua? Tiga? Belum menantang!
Semangat yah! Di semester kedepan bakal banyak pengalaman seru yang akan kamu rasakan!
Nah kalau udah semester 5 dan seterusnya, pasti udah tua kan? Hahahaa
Pemirsah! Yang anak kuliahan, mantan anak kuliahan, atau bakal jadi anak kuliahan pasti tau donk yang namanya KKN.

Oke, KKN adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, suatu bentuk program dari perkuliahan jika kamu berada di Universitas. KKN ini merupakan program bersyarat, biasanya sebelum mengambil MK KKN ini kamu harus menempuh >100 sks. Jadi KKN bukan mainan anak-anak semester bawah. Hehehee

Program KKN di kampus merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu bentuk dari Pengabdian Kepada Masyarakat. Nah, udah kebayangkan apa saja yang dilakukan mahasiswa KKN?

Penempatan KKN biasanya di daerah yang masih tertinggal, atau daerah yang bukan kota besar. Di mana daerah tersebut masih sangat membutuhkan sentuhan-sentuhan inovativ dari pemuda-pemudi yang bergelar MAHA. Tuntutan pelaksanaan KKN ngak susah-susah amat sih, yang penting punya program kerja yang sesuai dengan sikon penempatan.
Kali ini saya mau berbagi sedikit pengalaman KKN saya yang saya laksanakan pada tahun 2014, bulan agustus-september selama 40 hari. Tepatnya kelompok KKN saya di tempatkan di Desa Long Liku, Kecamatan Mentarang, kab. Malinau, Kalimantan Utara, Indonesia. Lengkapkan alamatnya, jelas lah... saya kan sekretaris di kelompok KKN waktu itu yang kerjanya dengan laporan.

40 hari pelaksanaan KKN ini jelas sangat singkat, senior-senior terdahulu bilang kalau mereka KKN 3 bulan broh! Gilee bakalan coklat semua warna baju tuh. Tapi kebijakan kampus kesayangan yang mulai dirubah membuat waktu KKN semakin singkat, say Alhamdulillah!
Pelaksanaan KKN waktu itu tepat di bulan Puasa, dan yang cetarnya daerah itu mayoritas bergama nasrani, OMG!
Baru pertama sampai setelah menyebrang sungai dengan speedboat selama 3 jam, dan angkot kurang lebih 1 jam kami ke rumah Pak Kades, setelah di terima, kami diberikan posko, alhamdulillah ngak serumah sama warga. Diberikan posko yaitu rumah pak sekdes yang belum selesai, lumayan panjang dan besar, kamarmandi pakai shower, hahaa nikmat yang kami terima luar biasa dibanding posko lain. Tapi pakai shower air murni lansung dari sungai mentarang, yang hampir setiap hari berwarna coklat pemirsah.

Hari pertama sampai ini kami langsung beres-beres di posko karena rumah baru, alias perdana di gunakan oleh kami. Dan kami lupa buka puasa saat itu, ngak kedengeran adzan, ngak ada masjidnya. Dan akhirnya kami buka puasa saat hari sudah gelap, mungkin sudah hampir Isya. Langsung deh masak sebisanya untuk makan malam. Dan perlu saya beritahukan keistimewaan kelompok kami yaitu setiap anggota rajiiiiiin semua, apalagi untuk urusan makan, pada rajin masak, kecuali saya yang memang kurang berpengalaman di DPR, dapur.

Dan yang berkaitan dengan judul dalam kisah ini adalah peristiwa yang terjadi pada suatu malam di posko. Singkat cerita malam itu hujan deras! Anak-anak cowok duduk di teras sambil ngobrol, kami yang cewek di kamar bertujuh sudah pewe mau bocan (bobo cantik). Saat saku sudah mulai terlelap, sekitar jam 12 aku bingung kok tiba -tiba dibangunkan sama teman lainnya, dan mereka bicara bisik-bisik. Kaget! Langsung aku sadar penuh dan mengira-ngira apa yang terjadi, mungkin ada pencurian, atau acara adat yang rusuh, tapi bukan! Semakin deras hujan diluar, dan kamipun merapat seperti sanggar tetumpuk pisang.

Ternyata di teras ada orang mabuk yang nyamperin anak-anak cowok yang lagi ngobrol diteras. Mereka tinggalin orang mabuk masuk ke posko, dan orang mabuk itu masih di teras. Daaaaan taukah kalian, orang itu mengetok pintu posko, daaaaaan kemudian dia(bang jek) masuk ke posko lewat jendela pemirsah, terdengarlah kemudian langkah kaki bang jek, semakin lama semakin dekat suara langkahnya, daaaaan, shurrrrt.... dia menyingkap tirai kamar kami yang tak berpintu itu. Dengan dua bola matanya menatapi kami satu-persatu di dalam kamar. Allahuakbar, Allah mendengar doa-doa dalam hati kami. Bang jek menutup kembali tirai kamar dan ke ruang tamu sambil berteriak, "dekk... dekk..." ia mencari anak-anak cowok yang tadi dia liat duduk diteras.

Beberapa detik setelah ia teriak keluarlah anak-anak cowok posko kami dan datang juga pak kades yang sudah di telpon oleh ketua kelompok di tengah hujan deras itu. Mereka membujuk si bang jek untuk pulang kerumahnya dan tidak mengganggu kami. Taukah kalian saat itu posko kami tidak memiliki kunci pintu dan kunci jendela, maklum rumah baru.
Ini lah uji nyali bagi kami sekelompompok saat itu. Serba salah, takut dihajar warga kalau kita kasar sama si abang jek itu, secara kami takut karena berada di kampung orang. Dan takutnya ntar dia keluarkan geng mabuknya, mampuslah tuh kami. Alhamdulillah Allah masi melindungi.
Inilah suasana posko kami

Senin, 08 Desember 2014

Daun Pacar, Henna

Mewarnai kuku biasanya orang memakai kutek atau pacar. Pacar adalah tanaman yang digunakan orang Indonesia untuk mewarnai kuku, berasal dari tanaman yang mana daunnya dapat di tumbuk/dihaluskan dan menghasilkan warna merah-jingga-kuning. Sedangkan kutek merupakan pewarna kuku yang mengandung bahan kimia.
Tanaman pacar banyak tumbuh di daerah Indonesia, yang dipakai untuk mewarnai kuku adalah daunnya. Getah hasil tumbukan/penghalusan daun pacar inilah yang menghasilkan warna kuning-jingga kemerahan. Sebagai pewarna kuku tradisional, pacar banyak digunakan pada saat istimewa, seperti untuk pengantin, baik pria maupun wanita, atau pada harinraya.
Berbeda dengan kutek, pacar merupakan pewarna kuku yang dapat digunakan dalam sholat, maksudnya pacar daun ini tidak menghalangi air yang sampai ke kuku dalam wudhu, ataupun mandi.
Seiring berkembangnya teknologi informasi, kita dapat melihat atau mengadopsi kesenian dari mancanegara sekalipun. Hal ini juga terjadi dalam penggunaan pacar yang biasa digunakan untuk mewarnai kuku sekarang dipakai juga sebagai tato temporer, seni tato ini diadopsi dari India.

Rabu, 03 Desember 2014

Menjadi Nona Manise di Ambon

Bermimpi adalah salah satu dari hobiku. Tahun 2010 aku bermimpi ke Ambon untuk mengikuti MTQ (Musabaqah Tilawati Qur'an) yang akan dilaksanakan tahun 2012. Mimpi ini kutulis di atas kertas putih ukuran f4 dengan spidol berwarna merah, kutempel di lemari di kamar asrama saat masih belajar di Lemka. Ngak peduli saat itu aku belum pernah masuk sebagai finalis MTQ provinsi, bahkan nilai ujian setiap khat aja dibawah standar, bahkan pernah dapat 30 pemirsah, tapi aku dengan PeDenya bermimpi.
Saat itu MTQ nasional 2010 diselenggarakan di Bengkulu, Lemka saat itu sangat kekurangan guru, bahkan santrinya juga pada hilang, sepi sekali. Mereka semua ikut berlaga di MTQ nasional, dan aku hanya mendengar kabar mereka yang menjadi juara saat itu. Miris. Dan dari kejadian ini lah aku pengen bingits ikut MTQ nasional, dan aku tau itu akan di selenggarakzn di Ambon, wow jauh dari tanah kelahiranku.
Singkat cerita, saat MTQ provinsi Kalitim yang tuan rumahnya adalah kota Tarakan, yaitu tempat hidupku selama kurang lebih 13 tahun, aku ikut mewakili kafilah tuan rumah. Besaaaaaaaaar banget beban yang ada di pundak, was-was menghantui berbulan-bulan sebelumnya, cemas memikirkan bakal juara berapa. Dan semua itu alhamdulillah terlewati juga, saat diumumkan pemenang khatil qur'an golongan naskah putri, dan disebut nama lengkapku dunia seakan gempa, dan tepuk tangan orang-orang saat itu membuatku seperti seorang model kelas dunia yang sedang jalan di catwalk dengan anggunya, ucapan selamat dari mama, saudara, dan semua yang ada saat itu membuat jantungku berdegup kencang. Mungkin kalau aja di tensi saat itu tekanan darahku sampai 200/90 hahahaa...
Finnaly, mimpi yang kutulis di kertas dan bertengger di lemari selama kurang lebih 2 tahun itu become true! Dan, manjada wajada! Allah membuktikan padaku untuk kesekian kalinya bahwa ia tak pernah berdusta akan janjinya.

Senin, 01 Desember 2014

Dari soal aqidah samapai Rabiatul Adawiyah

Yang terjadi tidaklah sebuah kebetulan, melainkan telah tercatat di lauhil mahfudz.
Hari ini kami membahas tentang karomah para wali di ruang guru yang berukuran 3x3m. Di sana ada 2 orang guru tetap, dan kami ber 4 sebagai mahasiswa PPL. Berawal dari pertanyaan yang dilontarkan Putri Elisa, mahasiswa PPL dari jurusan Matematika. Pertanyaan dari soal aqidah akhlak siswa yang akan di ujiankan keesokan harinya.

Sam'iyyah, apa maksud dari kata itu? Pertanyaan tersebut terlontar kepada ust.Kur****n yang masih sibuk di depan layar komputernya. Dan ia kemudian sedikit menjelaskan, itu yanh dimaksud pendengaran, kaitannya dengan soal ini (sambil menunjuk kertas soal) adalah bagaimana seorang yang dapat meyakini dengan pendengarannya.

Dan dijelaskan lagi,

Ceritaku di Cianjur, Taman Bunga Nusantara

Tinggal di Lemka selama kurang lebih dua tahun menjadikan aku sedikit liar. Yang biasanya di rumah, jalan kalau ngak bareng mama ya bareng keluarga, sama teman di jatah ngak boleh banyak-banyak. Berangkat sendiri jarang banget, paling kalau lagi ada lomba di luar kota, itupun barengan kontingen. Nah begitu aku dilepas dari sangkar emasku alias rumah, aku mulai belajar ekstra mandiri, di lepas ke kota, provinsi yang belum pernah aku datangi sebelumnya, kalau menginginkan ke kota tersebut sih pernah, biasa... aku kan tukang mimpi. HAHAHAA.....
Selah lulus SMA tahun 2009, ngak kuliah malah ikut program diklat setahun. Tepatnya di LEMKA, lembaga kaligrafi Al-quraan. Lemka ini ada di Sukabumi-Jawa Barat, ada juga di Jakarta. Nah aku pergi yang ke Sukabumi. Saat itu lemka belum setenar sekarang. Angkatan ku aja orangnya ngak sampai 100. Limeted edition lah angkatan ku kemaren. Ntar aku jelasin lagi tentang Lemka di tulisan lain pemirsah.
Nah, di akhir tahun aku di Lemka, waktu menghitung hari kepulangan, aku sama kakak-kakak yang lain berencana untuk jalan-jalan. Aku menjadi sedikit liar, berani jalan keluar kota demi menikmati pemandangan alam di Indonesia yang menakjubkan, walaupun untuk keluar asrama perlu ijin yang kuat. Kami merencanakan pergi ke taman bunga yang ada di Cianjur,