Yang terjadi tidaklah sebuah kebetulan, melainkan telah tercatat di lauhil mahfudz.
Hari ini kami membahas tentang karomah para wali di ruang guru yang berukuran 3x3m. Di sana ada 2 orang guru tetap, dan kami ber 4 sebagai mahasiswa PPL. Berawal dari pertanyaan yang dilontarkan Putri Elisa, mahasiswa PPL dari jurusan Matematika. Pertanyaan dari soal aqidah akhlak siswa yang akan di ujiankan keesokan harinya.
Sam'iyyah, apa maksud dari kata itu? Pertanyaan tersebut terlontar kepada ust.Kur****n yang masih sibuk di depan layar komputernya. Dan ia kemudian sedikit menjelaskan, itu yanh dimaksud pendengaran, kaitannya dengan soal ini (sambil menunjuk kertas soal) adalah bagaimana seorang yang dapat meyakini dengan pendengarannya.
Dan dijelaskan lagi,
bahwa manusia bisa meyakini sesuatu dengan berbagai hal, ada yang dengan penglihatannya, pendengarannya, ada juga yang dengan hatinya, nah ini yang dengan hatinya sudah pada tingkatan yang tinggi. Dan setelah penjelasan itu aku sambung, yah... ada juga seorang yang alim dapat mengetahui keturunan ahlul beit dengan perasaannya itu kan ust! Kemuadian ustmenjawab, yah ada orang seperti itu, tanpa perlu kita beritahu fam kita, ia sudah tahu kalau kita ahlul beit. (Maksudnya kalau orang alim tersebut bertemu dgn ahlul beit yang pastinya walau belum diperkenalkan).
Banyak wali yang memiliki karomah, karena ibadah mereka yang benar-benar teruntuk Allah SWT. Bukan mengharap pada imbalan, baik itu berharap surga atau pahalam sehingga mereka mendapatkan karomah seperti itu.
Yang membuat saya terkagum, malam sebelum kami bertanya pada ust. mengenai hal ini, beliau baru saja menamatkan bacaan mengenai kisah seorang yang alim, dan membaca mengenai karomah. Kemudian di pagi harinya kami membahas masalah itu, bukan satu kebetulan.
Dan di akhir pembicaraan kami, kami juga membahas sufi wanita yang terkenal, yaitu Rabiatul Adawiyah. Ternyata banyak yang belum mengenalnya. Pemirsah! Tau dengan Rabiatul Adawiyah?
Doanya: ”Ya Rabbi, bila aku menyembahMu kerana takutkan neraka, bakarlah diriku di dalamnya. Bila aku menyembah Mu,kerana mengharapkan syurga jauhkan aku dari sana. Namun jika aku menyembah Mu hanya kerana Engkau, maka janganlah Engkau tutup keindahan abadiMu”.
Doanya: ”Ya Rabbi, bila aku menyembahMu kerana takutkan neraka, bakarlah diriku di dalamnya. Bila aku menyembah Mu,kerana mengharapkan syurga jauhkan aku dari sana. Namun jika aku menyembah Mu hanya kerana Engkau, maka janganlah Engkau tutup keindahan abadiMu”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar